Showing posts with label Tinju. Show all posts
Showing posts with label Tinju. Show all posts

June 5, 2016

Petinju Lagendaris Muhammad Ali Muslim Hitam

Petinju Lagendaris dunia Cassius Marcellus Clay Jr, lebih dikenal dengan nama Muhammad Ali, meninggal dunia hari Sabtu 4 Juni 2016 di RS di Pheonix Arizona (Usia 74 tahun). Sepanjang hidupnya, Muhammad Ali dikenal sebagai sosok kontroversial dengan tingkah laku dan omongan angkuh bagi lawan-lawannya.

Muhammad_Ali

Semua kelakuannya, Agama dianut Muhammad Ali mungkin merupakan bagian paling banyak diperdebatkan dalam hidup petinju kenamaan ini. Muhammad Ali merupakan salah satu tokoh berpengaruh yang berpindah keyakinan dari Kristen ke Islam pada abad ke-20.

muhammad-ali-islam

Saat mengganti namanya dari Cassius Clay menjadi Muhammad Ali pada 1964, tokoh karismatik itu tidak hanya menimbulkan kegemparan, tapi juga memperkuat hubungannya dengan umat Muslim Amerika Serikat (AS) dan dunia.

Untuk lebih mengenal Sang lagendaris Muhammad Ali baca Mengenang Perjalanan Karier Petinju Muhammad Ali dan juga Mengenang Perjalanan Karier Muhammad Ali - Lanjutan

“Mereka menyebutnya Muslim Hitam,” kata Ali yang saat itu berusia 22 tahun. “Ini adalah julukan dari pers, bukan nama yang sah. Tapi Islam adalah sebuah agama dan ada 750 juta orang di dunia ini yang mempercayainya, dan saya salah satu di antaranya,” tegasnya sebagaimana dilansir IB Times, Sabtu, (4/6/2016).

Muhammad Ali merupakan tokoh besar kulit hitam di Amerika yang mampu memberi perubahan stigma negatif akan keberadaan ras negro di Amerika Serikat. Tahun 1964 ia menjadi mualaf masuk islam dan mengganti namanya menjadi Muhammad Ali. Muhamad Ali melaksanakan ibadah haji pada 1972 dan mencium  Hajar Aswar

Sepanjang hidupnya Muhammad Ali terus berjuang untuk mempromosikan Islam damai. Dia bahkan menolak untuk bergabung dengan militer pada Perang Vietnam karena menolak membunuh dan mengatakan,“Saya tidak memiliki masalah dengan Viet Cong.”
Read more..

April 15, 2013

Technical Draw Chris John Tetap Sandang Gelar Juara Dunia

Technical Draw Chris John Tetap Sandang Gelar Juara Dunia. Duel kurang menarik tersaji pada saat Chris John petinju berjuluk "The Dragon" ditantang Satoshi Hosono, Minggu (14/4/13). Duel yang seharusnya menjadi laga pemuncak di Minggu malam malah berjalan antiklimaks. Justru duel sebelumnya, Daud Yordan kontra Simpiwe Vetyeka yang menarik.

Tinju-Chris-John-VS-Satoshi-Hosono

Kurang menarik karena pertarungan dihentikan. Wasit memberi keputusan technical draw buat kedua petinju. Ini setelah pertarungan di ronde ke-3 berujung dengan pelipis di muka Chris berdarah. Wasit melihat kedua petinju berbenturan kepala sehingga keputusan technical draw pun diambil.

Dengan keputusan ini, Chris John berarti mampu mempertahankan gelar super champion WBA untuk ke-19 kali beruntun. Chris pun paham jika penonton tidak puas dengan penampilannya kali ini. " Saya belum puas dengan hasil ini.Karena saya belum mengeluarkan semua kemampuan saya dengan baik dari latihan selama ini," katanya.

"Pertandingan dihentikan karena ternyata saya mendapatkan luka yang cukup parah. Saya berharap bisa kembali main di sini, utamanya di Jakarta," dia menambahkan. Kubu Satoshi tak mengeluarkan komentar apapun. Meski, pelatih Satoshi tampak masih ngotot mempertanyakan keputusan ini kepada wasit.

Saat tarung dimulai, euforia bakal munculnya duel menarik sudah terasa. Saat masuk ring, Chris "The Dragon" langsung disambut meriah penonton. Ronde 1 berlangsung kurang menarik. Kedua petinju masih mencari-cari kelemahan lawan masing-masing. Tapi satu pukulan Chris mendarat telak di muka Satoshi.

Di ronde kedua, pertarungan berjalan imbang. Chris melepas jab yang masuk, begitu juga satu pukulan Satoshi masuk. Memasuki ronde ke-3, tempo duel bertambah cepat. Chris mengajak Satoshi berduel dengan pukulan-pukulan pendek. Di sinilah awal adu kepala itu terjadi.[detik.tempo]
Read more..

February 24, 2013

Tony Thompson Pukul KO David Price

Tony Thompson Pukul KO David Price. Petinju Tony Thompson, 41 tahun asal Amerika Serikat memukul jatuh petinju muda asal Inggris David Price 29 tahun, pada laga kelas berat yang berlangsung di Liverpool Echo Arena pada Sabtu malam kemarin.

Petinju-Tony-Thompson-Pukul-KO-David-Price

David Price 29 tahun yang menjadi andalan Inggris itu sebenarnya difavoritkan akan menjadi penguasa kelas berat, tapi hook kanan Thompson di ronde kedua mampu mengkanvaskannya.

Price yang dalam 15 laga sebelumnya selalu menang (13 diantaranya menang KO) harus menyerah di ronde kedua dalam duel yang digelar di Liverpool, Inggris, pada Sabtu malam tadi waktu setempat.

Pukulan tangan kanan dari Tony Thompson ke telinga kiri Price membuatnya terjatuh. Meski Price sempat bangkit tapi wasit akhirnya memutuskan menghentikan duel.

“Itu pukulan yang aneh. Duel bahkan belum lagi panas. Tapi di tinju kelas berat segalanya memang bisa terjadi,” kata Price yang punya tinggi 2,03 meter itu seperti dikutip ESPN.

Thompson merupakan petinju yang tahun lalu kalah dua kali dari Wladimir Klitschko, sementara Price yang berniat menantang petinju kelas berat kenamaan Inggris Derek Chisora sebagai batu loncatan berikutnya tampak harus menata ulang rencananya.

Dengan kemenangan ini rekor Thompson sekarang adalah 37 kali menang (25 menang KO) dan tiga kali kalah. “Berikutnya saya ingin Tyson Fury si pengecut itu. Dia terlalu banyak bicara dan saya ingin dia yang jadi lawan saya berikutnya,” kata Thompson yang punya tinggi 1,96 meter tersebut.
Read more..

February 18, 2013

Mengenang Perjalanan Karier Muhammad Ali - Lanjutan

The-Greatest-Muhammad-Ali-Cassius
Mengenang Perjalanan Karier Muhammad Ali - Lanjutan. Laurencius lanjutkan lagi sekilas mengenang perjalanan karier Petinju lagendaris Muhammad Ali ini.

Dalam karir profesionalnya "The Greatest" Cassius Clay Muhammad Ali mencatatkan rekor 61 pertandingan dengan 56 kemenangan (37 KO dan 19 Menang angka) serta 5 kekalahan. Bahkan Ali pernah kehilangan 3 kali gelar juara dunia tinjunya.

Pertandingan Ali melawan George Foreman dan tajuk Rumble in the Jungle dikenang sebagai salah satu partai tinju terbesar dalam sejarah.

Beberapa Partai Akbar yang pernah dilakoni sang legenda Muhammad Ali :

    • 8 Maret 1971 di New York City
Ali kehilangan sabuk juara dunia kelas berat dikalahkan Joe Frazier dengan kekalahan angka. Pertarungan dengan Joe Frazier terjadi sebanyak 3 kali, Ali menang 2 kali dan kalah sekali ketika dia kehilangan mahkota juara dunia.

Tinju-Muhammad ali VS George Foreman

    • 28 Januari 1974 di New York City
Ali revans dan mengalahkan Joe Frazier lewat pertarungan 12 ronde. Ketika itu Ali sudah berumur 32 tahun.

    • 30 Oktober 1974 di Kinshasa-Zaire
Dalam tajuk Rumble in the Jungle, seperti namanya pertarungan ini terjadi di pedalaman Afrika Tengah. Ali menantang petinju muda George Foreman. Di ronde-ronde awal Foreman mendominasi, Ali hanya sesekali melepaskan tinjunya.

Sengatan kupu-kupu khas Ali baru terjadi di ronde 8 ketika Ali menghempaskan Foreman dengan KO. Ali sukses mempertahankan sabuk juara dunianya.

    • 1 Oktober 1975 di Manila
Partai ketiganya Ali menghadapi penantang serius Joe Fraizer. Partai yang dikenal dengan sebutan The Thrilla in Manila Ali memukul KO Fraizer di ronde ke-14. Begitu sengitnya pertandingan ini sampai-sampai Ali sendiri pingsan setelah dinyatakan menang KO.

    • 15 Februari 1978 di Las Vegas
Ali yang sudah berusia 36 tahun melawan petinju yang lebih muda Leon Spinks. Pertandingan ini dimenangkan oleh Spinks dengan kemenangan angka, Ali kehilangan gelar juaranya. Tujuh bulan kemudian Ali revans dan membalas kekalahannya, sabuk juara dunianya kembali melingkar di pinggangnya.

    • 2 Oktober 1980, di Las Vegas
Ali yang sudah tua tidak mampu menghadapi petinju muda, Larry Holmes dengan kemenangan angka. Sebenarnya Holmes bisa menghajar Ali dengan kemenagan KO, tapi Holmes sepertinya kasihan melihat Ali tua. Sabuk juara jadi milik Holmes, petinju yang kemudian hari dihajar oleh si Leher Beton Mike Tyson.

    • 11 Desember 1981 di Nassau-Bahamas
Akhir karir sang legenda berakhir di sebuah Negara pulau bernama Bahama. Melawan Trevor Berbick dalam tajuk Drama in Bahamas, Ali kalah angka ronde 10.

Setelah Drama in Bahamas Ali benar-benar mundur dari ring professional. Hidupnya dibaktikan di dunia sosial dengan berkeliling dunia. Setelah pensiun Ali pernah berkunjung ke Indonesia pada 23 Oktober 1996.

Perjalanan panjang The Legend Muhammad Ali ini membuatnya pantas dijuluki salah satu petinju terbaik di kelas berat sepanjang masa, bagaimana menurut para pembaca?
Read more..

February 14, 2013

Mengenang Perjalanan Karier Petinju Muhammad Ali

Clay-Gepen-K-Bane-Jr-Muhammad-Ali
Mengenang Perjalanan Karier Petinju Muhammad Ali. Lahir 17 Januari 1942 dengan nama Cassius Marcellus Clay Gepen-K Bane, Jr. dari ayah Cassius Marcellus Clay, Sr, seorang pelukis billboard dan rambu lalu lintas dan ibu Odessa Grady Clay.

Pada usia 12 tahun, Clay, jr. melapor kepada polisi bernama Joe Martin, bahwa sepeda BMX barunya dicuri orang.


Kemudian Joe Martin seorang pelatih tinju di Louisville, mengajari Clay kecil cara bertinju agar dapat menghajar si pencuri sepeda. Clay kecil sangat antusias dan penuh semangat berlatih tinju di bawah bimbingan Martin.

Pada tahun 1960 Meraih medali emas kelas berat ringan Olimpiade 1960 di Roma, Italia. Petinju Muhammad Ali asal Amerika Serikat, dalam perjalanan sempat dicekal setelah memutuskan untuk memeluk agama islam.

Petinju Muhammad Ali melakukan debut pada 29 Oktober 1960. Saat itu, petinju ini masih menggunakan nama Cassius Marcellus Clay. Saat itu, Clay berhasil menang angka selama enam ronde atas lawannya Tunney Hunsaker.

Tinju-Muhammad-Ali-VS-Sonny-Liston
Muhammad Ali VS Sonny Liston


25 Febuari 1964, Clay untuk pertama kali merebut gelar juara kelas berat dunia setelah menang TKO atas Sonny Liston pada ronde ketujuh dari 15 ronde yang direncanakan di Florida, Amerika Serikat. Saat itu, Liston harus mundur dari pertarungan karena mengalami cedera bagian leher.

Setelah mengalahkan Liston di tahun 1964, Clay secara kontroversial mengumumkan agama dan nama barunya bernama Muhammad Ali setelah masuk ke kelompok Nation of Islam. Pada saat itu, perjalanan karier Ali memang sempat stuck.

Setelah menjalani tanding ulang dengan Sonny Liston di tahun 25 Mei 1965, Ali sempat menolak untuk mengikuti wajib militer yang diterapkan oleh Amerika Serikat untuk menghadapi perang Vietnam.


"Saya tidak ada masalah dengan orang-orang Vietcong, dan tidak ada satupun orang Vietcong yang memanggilku dengan sebutan Nigger” demikian ungkapan Ali saat itu.

Akibat pernyataannya itu, Komisi Tinju sempat melarang Ali untuk bertarung selama empat tahun di Amerika dan mencabut gelar juara dunia miliknya. Meski demikian, Ali sempat bertarung mempertahankan gelar juara ke luar negeri melawan George Chuvalo, Henry Cooper, Brian London dan Karl Mildenberger.

Tapi setelah melakukan banding, The Greatest (julukan Ali) diperbolehkan untuk bertarung lagi di Amerika. Lagi-lagi, petinju Amerika saat itu Ernie Terrel menolak untuk memanggil nama Ali karena memeluk agama islam. Namun, Ali yang masih berusia 25 tahun menang angka mutlak atas Terrel.

8 Maret 1971, Ali harus kalah angka dari Joe Frazier di New York dan harus kehilangan gelar juara dunia miliknya. Namun tiga tahun berikutnya, The Greatest kembali merebut gelar juara WBC dan WBA setelah mengalahkan George Foreman di Kinsasha, Zaire pada ronde ke 8.

Pada 1 Oktober 1975, presiden Filipina saat itu Ferdinand Marcos memboyong pertandingan Ali vs Fraizer jilid ke III di kota Manila. The Greatest berhasil menang TKO pada ronde ke-14 dalam pertarungan yang menegangkan tersebut.

Ali menjadi petinju pertama yang meraih tiga gelar secara beruntun setelah mengalahkan Leon Spinks pada 15 September 1978. Setahun berikutnya, Ali sempat memutuskan untuk pensiun dari ring tinju dan gelarnya dinyatakan kosong. Tapi, 2 Oktober 1980 Ali kembali bertarung melawan Larry Holmes. Sayang Ali harus kalah TKO pada ronde 11.

Tidak lama setelah pertarungan itu, Ali sempat dinyatakan terkena penyakit Parkinson, namun promotor Don King merahasiakan hasil tes medis tersebut. Setelah laga melawan Holmes, Ali melakukan cek medis ulang. Hasilnya, The Greatest positif terkena penyakit Parkinson.

Pada 11 Desember 1981, Ali kembali naik ke atas ring melawan Trevor Berbick di Bahama. Meski demikian, Ali berusaha untuk memberikan perlawanan kepada Berbick, tapi kalah di ronde ke-10. Ini merupakan pertandingan terakhir Ali sepanjang kariernya[wikipedia,msn,espn]
Read more..