January 26, 2013

Renungan : Nasehat Memperbaiki Hati yang Sedang Lalai

Nasehat-Renungan-Hati-Muslim
Renungan : Nasehat Memperbaiki Hati yang Sedang Lalai. Ikutilah Sunnah Rasul dengan penuh rasa keimanan, patuhlah selalu kepada perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, janganlah melanggar. Junjung tinggi tauhid, jangan pernah menyekutukan Allah SWT, dan jangan berburuk sangka kepada Nya.

Pertahankanlah kebenaran, jangan ragu sedikitpun. Bersabarlah selalu, jangan menunjukkan ketidak sabaran. 

Ber-Istiqomahlah dengan berharap kepada Nya, bekerja samalah dengan sesama dalam ketaatan, jangan berpecah belah.
Saling Mencintailah, dan Jangan Saling Mendendam.
Jika jiwamu bersatu dengan kehendak Allah swt dan mencapai kedekatan dengan Nya lewat pertolongan Nya. Makna hakiki bersatu dengan Allah SWT ialah berlepas diri dari makhluk dan kedirian, serta sesuai dengan kehendaknya tanpa gerakmu, yang ada hanya kehendaknya.

Inilah keadaan fana dirimu, dan dalam keadaan itulah engkau bersatu dengan Nya, bukan dengan bersatu dengan ciptaannya.

Sesuai Firman Allah swt :”Tak ada sesuatupun yang serupa dengannya. Dan dialah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat

Nasihatilah dirimu, kemudian baru nasihati orang lain. Perhatikanlah dirimu, jangan mengurusi orang lain, jangan mengurusi orang lain selama didalam dirimu masih ada sesuatu yang harus diperbaiki.


Sungguh celaka, engkau mengaku tahu cara menyelamatkan orang lain, sedangkan engkau buta, bagaimana cara menuntun orang lain?
      • Hanya yang memiliki penglihatan tajamlah yang mampu menuntun umat manusia.
      • Hanya seorang perenang handallah yang mampu menyelamatkan mereka dari samudera ganas
      • Hanya orang yang mengenal Allah swt lah yang bisa mengembalikan manusia ke jalan Nya. Seseorang yang tidak mengenal Nya, bagaimana dapat menuntun manusia ke jalan Nya?
Hai orang-orang yang lalai, Secara terang-terangan engkau menentang Allah SWT yang Maha Segalanya dengan bermaksiat kepada-Nya tetapi merasa aman dari siksa-Nya?

Ketahuilah tak lama lagi rasa aman itu akan berubah menjadi ketakutan, masa luangmu menjadi kesempitan, kesehatanmu menjadi sakit, kemuliaanmu menjadi kehinaan, kedudukanmu menjadi rendah, kekayaanmu menjadi kemiskinan.

Ketahuilah! Rasa aman dari siksa Allah yang akan di peroleh di hari kiamat sesuai dengan rasa takutmu kepada-Nya di dunia ini. Sebaliknya, ketakutanmu di hari kiamat, sesuai dengan rasa amanmu (dari siksa Allah SWT) di dunia.

Sungguh sangat disayangkan, ketika kita tenggelam di dunia dan terperosok ke lembah kelalaian, sehingga cara hidup layaknya hewan. Yang tahu hanya makan dan minum, menikah dan tidur. Keadaan ini tampak nyata bagi orang-orang yang berhati suci.


Rasa rakus terhadap dunia, keinginan untuk mencari dan menumpuk-numpuk harta telah memalingkan hati kita dari jalan Allah SWT dan pintu-Nya.

Hai yang ternoda karena ketamakannya, andaikan kau bersama penghuni bumi bersatu untuk mendatangkan sesuatu yang bukan bagianmu, maka kalian semua tidak akan mampu mendatangkannya.
Tinggalkanlah rasa tamak untuk mencari sesuatu rezeki yang telah ditetapkan maupun yang tidak ditetapkan. Apakah pantas bagi seorang yang berakal untuk menghabiskan waktunya memikirkan sesuatu yang telah selesai pembagiannya?

Related Posts

Renungan : Nasehat Memperbaiki Hati yang Sedang Lalai
4/ 5
Oleh :