December 18, 2012

Arti Redenominasi Rupiah - Penyederhanaan Penyebutan Rupiah

redonominasi-rupiah
Arti Redenominasi Rupiah - Penyederhanaan Penyebutan Rupiah. Redenominasi adalah pemotongan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukar uang itu sendiri.

Redenominasi Rupiah adalah sebuah rencana kebijakan Bank Indonesia, sebagai otoritas moneter di Indonesia, dalam rangka pengurangan nilai pecahan mata uang Rupiah tanpa mengurangi nilainya dengan cara menghilangkan tiga atau empat angka nol terakhir. 

Berdasarkan kajian BI, idealnya angka nol yang “dibuang” sebanyak tiga digit, misalnya dari Rp1.000 menjadi Rp1. Ini bukan pemotongan nilai rupiah, tetapi penyederhanaan. Pemerintah menargetkan RUU Redenominasi masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun depan.

Contohnya: Uang Rp. 100.000,- dipotong menjadi Rp. 100,- jadi bila harga beras Rp. 12.000,-  perliter menjadi Rp. 12,- perliter.
Memang sudah cukup lama rencana kebijakan ini digulirkan Bank Indonesia pada awal Mei 2010 dan dikonfirmasikan oleh Gubernur BI terpilih, Darmin Nasution, pada 31 Juli 2010. Kebijakan redenominasi ini diambil setelah hasil riset Bank Dunia menyebutkan bahwa uang pecahan Rp 100.000 adalah yang terbesar kedua di dunia setelah Dong Vietnam

Seiring rencana Menteri Keuangan (Menkeu) merampungkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Redominasi agar dapat dibahas di DPR, sikap pro-kontra pun tak bisa dihindari. Mulai dari persoalan sejauh mana pentingnya menyederhanakan nilai rupiah, biaya sosialisasi yang tidak kecil hingga kesiapan masyarakat menerima kebijakan tersebut.

Munculnya sikap pro-kontra dalam menyikapi redenominasi wajar saja. Hal itu menunjukkan belum adanya satu persepsi melihat pentingnya kebijakan tersebut.


RUU tersebut dalam finalisasi Kementerian Hukum dan HAM, selanjut-nya diajukan kepada Badan Legislatif DPR untuk dibahas. Pemerintah berharap, RUU Redenominasi sudah rampung paling lambat akhir 2013 sehingga pada 2014 mata uang redenominasi sudah bisa diedarkan bersama mata uang lama.
 

Pemerintah menargetkan dua mata uang tersebut akan beredar bersama pada 2014 sampai 2018. Dan, pada 2019 mata uang redenominasi sudah berlaku sepenuhnya.

Begitu pentingkah redenominasi untuk dilaksanakan segera? Bagi pemerintah sangat penting, salah satu alasan utamanya adalah penyederhanaan dalam pencatatan atau sistem akuntansi.

Pelaksanaan redenominasi sangat tergantung sejauh mana sosialisasi yang dilaksanakan pemerintah. Memang, beberapa negara berhasil menyederhanakan mata uangnya seperti Turki, namun ada juga yang gagal contohnya dialami Zimbabwe. Ingat, proses sosialisasi itu selain tidak gampang dan juga membutuhkan biaya besar.[RDMR.MTR]

Related Posts

Arti Redenominasi Rupiah - Penyederhanaan Penyebutan Rupiah
4/ 5
Oleh :

5 comments

nice info kang :D

jadi gak sabar pengen liat jadinya gimana hehehe :D

@cak oni
Lagi belajar mengerti Sob


@limitpost
Sama teman, pengen tahu jadinya

waah informasi yang sangat bagus gan,,,
thanks udah di saharing..
mohon bantuannya juga untuk review artikel pada blog baru saya...

@Rajawali Asia
Paling tidak bisa menambah pengertian buat kami sendiri Sob