Showing posts with label Technology. Show all posts
Showing posts with label Technology. Show all posts

December 10, 2013

Ilmuwan Ciptakan Jubah Penghilang ala Harry Potter

Jubah-Penghilang-ala-Harry-Potter
Inovasi dibidang teknologi terus berkembang, mulai dari yang sederhana sampai yang aneh dan unik diterapkan melalui sains teknologi. Ini bukan mistis, sebuah jubah penghilang ala Harry Potter sedang digarap oleh para Ilmuwan.

Jubah penghilang ala Harry Potter ini memanfatkan teknologi frekuensi broadband untuk menyembunyikan benda atau manusia. Para ahli fisika AS menemukan bahwa jubah ajaib ini bisa menyembunyikan benda dalam jangkauan panjang gelombang cahaya tertentu atau gelombang mikro.

Dalam frekuensi lain, jubah penghilang justru akan membuat sebuah benda tampak semakin jelas. Solusi mereka adalah sistem elektronik super tipis. Ulasan sistem ini sudah dimuat di jurnal Physical Review Letters.

"Jubah aktif kami adalah konsep dan rancangan baru, yang bertujuan menerobos batasan-batasan jubah penghilang yang ada sekarang dan kami menunjukkan bahwa hal itu mungkin dilakukan," kata Prof Andrea Alu, dari Universitas Texas di Austin.

"Jika anda ingin membuat sebuah obyek transparan di semua sudut dalam frekuensi broadband, ini adalah solusi yang baik.

Model pertama yang dibuat ilmuan pada 2006 berhasil menghilangkan silinder tembaga kecil dengan cara membengkokkan gelombang mikro di sekitarnya. Jubah itu dibuat dari cangkang tipis materi meta, yaitu komposit buatan yang strukturnya memungkinkan terbentuknya properti yang tidak ada di alam[bbc.co.uk]
Read more..

November 5, 2013

'Smart Glasses' Kaca Mata Pintar Bantu Tuna Netra Jalan Tanpa Tongkat

Sebuah inovasi teknologi dari para tim ilmuwan asal Inggris berhasil membuat penderita tuna netra bisa melihat sebagaimana mestinya. Teknologi tersebut bernama Smart Glasses, kaca mata yang membuat penderita tuna netra mampu berjalan tanpa tongkat.

smart_glasses_kaca_mata_pintar

Tim peneliti dari Oxford University menciptakan kacamata yang dapat mendeteksi objek apa saja yang terdapat di hadapan yang memakainya. Kacamata tersebut dilengkapi dengan dua kamera yang dapat merekam dan membaca benda-benda dan jalanan.

Setelah kamera tersebut merekam medan yang ada di hadapan pengguna, Smart Glasses dengan pintar akan memberi tahu kepada si pengguna kacamata tentang apa saja yang ada di hadapannya, secara detil.

Smart Glasses juga dilengkapi dengan dua buah headphone untuk memberikan informasi kepada pengguna tentang medan jalan di depannya. Ya, kamera Smart Glasses mengubah apa yang ditangkapnya menjadi arahan bagi penderita tuna netra dalam bentuk suara.

Smart Glasses tak hanya memberikan gambaran lewat suara, juga memberikan visualisasi lewat lensa kacamata. Menggunakan lampu LED di lensa, pengguna akan melihat kontur jalan yang ada di depannya dalam bentuk cahaya. Karena memang, sebagian penderita tuna netra dapat menangkap cahaya terang dan gerakan.

Dengan hasil karyanya ini, tim peneliti dari Oxford University meraih pernghargaan Royal Society di Inggris Raya. "Ini adalah awal dari era emas teknologi komputer. Penghargaan Royal Society akan membuat kami semakin bekerja keras untuk mengembangkan teknologi untuk menolong orang-orang disabilitas," kata salah satu peneliti, Stephen Hicks, dilansir NBC News.

Smart Glasses benar-benar pintar, perangkat ini juga menyediakan kompas, GPS dan gyroscope untuk mempermudah pekerjaan yang dilakukan oleh komputer di kaca mata.
Read more..

April 18, 2013

Arkeolog Menemukan Pelabuhan Tertua di Dunia Wadi al-Jarf Mesir

Arkeolog Menemukan Pelabuhan Tertua di Dunia Wadi al-Jarf Mesir. Arkeolog menemukan pelabuhan tertua di dunia lengkap dengan gulungan mengungkapkan kehidupan sehari-hari untuk Mesir Kuno.

Pelabuhan-Tertua-di-Dunia-Wadi-al-Jarf-Mesir

Pelabuhan tersebut ditemukan di tepi Laut Merah, yang dipercaya berusia 4.500 tahun dan aktif pada masa Firaun Khufu (Cheops).

Pelabuhan-Tertua-di-Dunia-Wadi-al-Jarf-Mesir_1

Pelabuhan-Tertua-di-Dunia-Wadi-al-Jarf-Mesir_2

Para Tim arkeolog yang menemukan, yakin bahwa pelabuhan yang ditemukan merupakan yang paling penting pada masa Mesir Kuno. Pelabuhan digunakan untuk membantu pengangkutan tembaga dan mineral lain ke Semenanjung Sinai.

Pelabuhan-Tertua-di-Dunia-Wadi-al-Jarf-Mesir_3

Pelabuhan-Tertua-di-Dunia-Wadi-al-Jarf-Mesir_4

Diberitakan Daily Mail, Selasa (16/4/2013), pelabuhan yang ditemukan dibangun di wilayah bernama Wadi al-Jarf, 180 km di sebelah selatan Terusan Suez. Pelabuhan ini diduga 1.000 tahun lebih tua dari struktur pelabuhan mana pun di dunia.

Pelabuhan-Tertua-di-Dunia-Wadi-al-Jarf-Mesir_5

Pelabuhan-Tertua-di-Dunia-Wadi-al-Jarf-Mesir_6

Bersama penemuan pelabuhan tersebut, peneliti juga menemukan 40 papirus yang memberi gambaran kehidupan Mesir Kuno pada masa kekuasaan Firaun Khufu.

Papirus mengungkap petunjuk bagi para pekerja di pelabuhan untuk mendapatkan roti dan bir. Papirus juga mengungkap aktivitas Merrer yang terlibat pada pembangunan Piramida Giza, kuburan Khufu.


"Dia melaporkan perjalanannya ke lahan batu kapur untuk mendapatkan bahan yang digunakan untuk membangun piramida," kata Mohhamed Ibrahim, Menteri Kebudayaan Mesir.


"Meski kita takkan belajar apa pun dari konstruksi monumen Cheops ini, catatan ini menyuguhkan wawasan pertama kali tentang hal ini," imbuh Ibrahim. Peneliti yang terlibat dalam penemuan pelabuhan ini berasal dari Badan Arkeologi Perancis [Daily Mail]
Read more..

April 13, 2013

Ilmuwan Indonesia Warsito P Taruno Pamerkan Pemindai Otak 4D Pertama di Dunia

Ilmuwan-Warsito-P-Taruno-Indonesia
Ilmuwan Indonesia Warsito P Taruno Pamerkan Pemindai Otak 4D Pertama di Dunia. Warsito P Taruno Ilmuwan Indonesia memamerkan alat pemindai aktivitas otak pertama di dunia ciptaannya.

Warsito P Taruno mempresentasikan ciptaannya di International Symposium on Biomedical Imaging yang diselenggarakan IEEE di San Fransisco, Amerika Serikat, 7-13 April 2013.

Alat pemindai otak ciptaan Warsito ini bernama 4D Brain Activity Scanner berbasis Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT). Alat itu telah dipatenkan di lembaga paten dunia WIPO/PTO tahun 2006. IEEE sendiri adalah organisasi ilmiah profesional beranggotakan 425.000 orang.

“ECVT digunakan untuk mengukur sinyal-sinyal listrik yang dihasilkan dari aktivitas otak manusia dan merekonstruksi citra volumetrik dan aktivitas otak,” ungkap Warsito, Jumat (12/4/2013).

"Ini adalah teknologi pertama di dunia yang bisa melakukan pemindaian terhadap aktivitas otak manusia secara 4D dan real time, yang bisa digunakan untuk membantu melakukan studi terhadap otak manusia," imbuh Warsito.

Dengan alat tersebut, abnormalitas pada otak manusia bisa terlihat. Warsito mengungkapkan, dari abnormalitas itu, bisa idketahui apakah seseorang memiliki penyakit tertentu, seperti epilepsi dan Alzheimer.

Warsito merupakan Direktur Eksekutif CTECH Labs Edwar Technology, lembaga riset yang berlokasi di Alam Sutera, Tangerang Selatan, yang fokus pada pengembangan teknologi pemindaian yang mendukung dunia kedokteran.

Dalam simposium International Symposium on Biomedical Imaging, Warsito adalah satu-satunya pemakalah dari Indonesia. Hanya segelintir pemakalah berasal dari Asia. Total, ada 371 makalah yang dipresentasikan dari 700 pengaju dari seluruh dunia.[bengkulu.MSN]
Read more..

February 23, 2013

Ilmuwan Temukan Ventilasi Hidrotermal Dasar Laut Bersuhu 401 celcius

Ilmuwan Temukan Ventilasi Hidrotermal Dasar Laut Bersuhu 401 celcius. Ilmuwan asal Inggris menjelajahi dasar laut Karibia dan menemukan ventilasi hidrotermal. Temuan mengejutkan ini menunjukkan adanya celah atau ventilasi dasar laut yang paling dalam di dunia.

Ventilasi-Hidrotermal-Dasar-Laut

Menggunakan kendaraan dasar laut remotely-operated vehicle (ROV) di palung Cayman, para peneliti menemukan situs baru dasar laut di kedalaman 5.000 meter di bawah permukaan laut.

Pada kedalaman tiga mil di dasar laut Karibia ini, ROV yang dikenal dengan nama ISIS ini bergerak perlahan di sekitar ventilasi, mengambil gambar serta mengumpulkan sampel. Ventilasi hidrotermal merupakan salah satu fitur unik dari laut dalam.

Keberadaan ventilasi di dasar laut ini telah ditemukan pertama kali pada era 1970-an. Sejak itu, ventilasi hidrotermal ditemukan di sekitar 200 lokasi di seluruh dunia, termasuk Samudera Selatan dan Atlantik.

Semburan air dari ventilasi hidrotermal yang baru ditemukan ini memiliki suhu 401 celcius. Ini menjadikan ventilasi hidrotermal sebagai area terpanas yang ada di Bumi.

Kepala ilmuwan Jon Copley dari National Oceanography Centre mengungkapkan, penemuan "menara mineral mengejutkan" ini benar-benar menarik bagi ilmuwan. "Kami awalnya mengira bahwa ini adalah situs yang kami temukan sebelumnya. Namun, ini tampak begitu berbeda," tutur Copley, seperti dikutip BBC.

Ia menjelaskan, temuan ini mengajarkan ilmuwan bahwa betapa sedikit hal yang mereka ketahui tentang kehidupan dasar laut. "Ini tentang keajaiban planet ini, sesuatu yang telah 'disembunyikan' dalam waktu yang lama," pungkasnya.

Dalam ekspedisi ini, peneliti juga menemukan hewan unik seperti udang putih yang berkerumun di bebatuan dasar laut. Tampaknya, udang ini tidak memiliki kemampuan untuk melihat.

"Kami tidak berpikir hewan ini memfungsikan matanya, tetapi mereka memiliki organ yang tidak biasa di bagian belakang. Organ ini seperti sistem peringatan bagi mereka untuk memberitahu mereka ketika mereka mendapatkan kondisi suhu yang terlalu panas. Sehingga, mereka tidak terlalu dekat dengan air panas dari ventilasi," jelasnya.[msn]
Read more..