Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

August 12, 2015

Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Untuk Berhubungan Intim

Dampak jelek dari tidak maunya seorang istri ketika diajak suaminya untuk melakukan hubungan intim banyak, dari mulai si suami memilih untuk selingkuh, zina, sampai-sampai bisa terjadi perceraian

Hukum_Istri_Menolak_Ajakan_Suami

Hal ini terjadi karena sebagain dari orang khususnya para istri belum begitu mengenal sunnah, serta karena jauhnya dari ilmu agama terkait dengan kehidupan rumah tangga atau karena meremehkan masalah Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Untuk Berhubungan Intim akhirnya berdampak jelek juga bagi mereka.

Sepenggal cerita, seorang ikhwan pernah mengadukan permasalah seperti ini, kemudian dia terpancing emosi sehingga menjatuhkan talak atau cerai karena kesal dengan istrinya akibat menolak diajak untuk melakukan hubungan suami istri. Ini adalah sepenggal cerita dampak buruk dari Istri Menolak Ajakan Suami Untuk Berhubungan Intim.

Seharusnya seorang istri sadar bahwasanya hal berhubungan intim termasuk hak suami yang harus dia tunaikan bahkan diantara hak terbesar suami. Apa lagi sang suami menghadapi fitnah syahwat yang luar biasa dari para wanita diluarsana yang bertebaran dimana-mana.

Tidak ingatkah kalian wahai para istri tentang sebuah hadits semoga menjadi sebab engkau tersadar tentang betapa besar fitnah yang dihadapi oleh suamimu. Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
 “Tidak aku tinggalkan sesudahku sebuah fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada fitnah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits yang lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِى نَفْسِهِ
“Sesungguhnya wanita itu datang dalam bentuk setan, dan berbalik dalam bentuk setan pula, apabila salah seorang kalian melihat seorang wanita (dan bangkit syahwatnya) maka hendaknya dia mendatangi istrinya (menggaulinya). Sesungguhnya hal itu akan menolak gejolak yang ada dijiwanya (meredakan syahwatnya).” (HR. Muslim)

Lalu bagaimana jadinya jika ketika sang suami ingin menyalurkan kebutuhan biologisnya, disamping itu untuk menjaga dirinya dari fitnah ternyata ketika dirinya mengajak istrinya lalu istrinya menolaknya, jelas hal ini akan menimbulkan fitnah untuk suaminya, dan kerusakkan untuk rumah tangganya.

Namun karena jauhnya sebagian dari istri kaum muslimin dari masalah ini sehingga menjadi sebab mereka terjatuh kepada dosa penolakkan ajakan suami ketika diajak untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَلَمْ تَأْتِهِ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

“Apabila seorang laki-laki mengajak istrinya ke ranjangnya, lalu istri tidak mendatanginya, hingga dia (suaminya) bermalam dalam keadaan marah kepadanya, maka malaikat melaknatnya hingga pagi tiba.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Seharusnya yang dilakukan istri adalah memenuhi ajakan suaminya ketika dirinya diajak berhubungan suami istri.

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ زَوْجَتَهُ لِحَاجَتِهِ فَلْتَأْتِهِ ، وَإِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّورِ
“Jika seorang laki-laki mengajak istrinya untuk menyalurkan hajatnya (kebutuhan biologisnya), maka hendaklah ia mendatangi suaminya, meskipun dia sedang berada di tungku perapian.” (HR. Ibnu Syaibah, at-Tirmidzi, ath-Thabarani dan berkata at-Tirmidzi Hadits Hasan Gharib, dan dishahihkan Ibnu Hibban no 4165)

Berkata al-Imam Syaukani rahimahullah, tentang hadits diatas: “Kalau dalam keadaan seperti itu saja tidak boleh seorang istri menyelisihi suami, tidak boleh tidak memenuhi ajakan suami sedangkan dia dalam keadaan seperti itu, maka bagaimana dibolehkan untuk menyelisihi suami selain dari kondisi itu.” (Lihat Nailul Authaar:269/231)

Ingatlah wahai istri tentang hak suami kalian yang begitu besar, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kalau sendainya aku boleh menyuruh seorang untuk bersujud kepada orang lain, maka niscaya aku perintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya” (HR. Abu Dawud, al-Hakim dan at-Tirmidzi menshahihkannya)

Namun dalam agama Islam, tidak boleh seseorang sujud kepada orang lain. Hadits diatas menunjukkan betapa besar kedudukan seorang suami disisi istrinya. Simak artikel kami Renungan Islam Jangan Jadi Orang Yang Merugi.

Wahai para istri perhatikanlah masalah ini jika kalian menginginkan kebaikkan untuk suami yang kalian cintai, kebaikkan untuk diri kalian dan rumah tangga kalian. Jangan sampai kalian menyesal setelah terjadi sesuatu yang tidak baik terhadap suami kalian, atau diri kalian atau rumah tangga kalian.
Read more..

October 24, 2013

Tuntunan Menjaga agar Selalu Rendah Hati

Selalu rendah hati mudah untuk diucapkan, namun sulit untuk merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kali ini Laurencius akan coba berbagi bagaimana cara untuk bisa belajar kearahsana, dan semoga kita mampu dengan cara selalu berusaha untuk belajar berbuat yang lebih baik. 

rendah-hati-islami

Sebelum kami memulai ijinkan kami mohon maaf kalau ada kalimat kami yang salah dalam penyampainnya. Disini kami bukan menggurui namun hanya sekedar mengungatkan saja terutama untuk kalangan kami sendiri.

Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik darimu. Ucapkan dalam hatimu : 
Bisa jadi kedudukannya di sisi Allah SWT jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku 
Jika bertemu dengan anak kecil, maka ucapkanlah dalam hatimu : 
Anak ini belum pernah bermaksiat, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku
Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah dalam hatimu :
Orang tua ini telah beribadah kepada Allah SWT jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku
Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah dalam hatimu :
Orang ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperoleh, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku 
Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah dalam hatimu :
Orang ini bermaksiat kepada Allah SWT karena dia bodoh dan tidak tahu, sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya padahal aku mengetahui semua akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku
Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah dalam hatimu :
Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, bisa jadi diakhir usianya dia memeluk agama Islam serta beramal saleh. Dan bisa jadi di akhir usia, diriku kufur dan berbuat buruk
Demikianlah para sahabat sekalian, sekilas Tuntunan Menjaga agar Selalu Rendah Hati, dan satu yang perlu selalu dicamkan dalam hati "Janganlah Berlaku Sombong" Insya Allah kita selamat dari siksa. Semoga Manfaat. Salam
Read more..

October 12, 2013

Ibadah Qurban dalam Fiqih Sunnah

hewan-qurban
Dalam istilah fikih Qurban adalah Udhiyyah (الأضحية) artinya hewan yang disembelih waktu dhuha, yaitu waktu saat matahari naik. Secara terminologi fikih, udhiyyah adalah hewan sembelihan yang terdiri onta, sapi, kambing pada hari raya Idul Adha dan hari tasriq bertujuan mendekatkan diri kepada Allah.

Istilah Kata Qurban itulah dimaknai bertujuan mendekatkan diri kepada Allah, maka terkadang kata itu juga digunakan untuk menyebut udhiyyah. Mempersembahkan suatu persembahan kepada tuhan adalah merupakan keyakinan yang dikenal manusia sejak lama.
 
Istilah kata Qurban ini juga dikenal oleh umat Yahudi untuk membuktikan kebenaran seorang nabi yang diutus kepada mereka, sehingga tradisi itu dihapuskan melalui perkataan nabi Isa bin Maryam.

Dalam sejarah peradaban manusia yang beragam tradisi keagamaan mengenal persembahan kepada Tuhan, baik berupa sembelihan hewan hingga manusia. Kisah Nabi Ibrahim a.s yang diperintahkan menyembelih anaknya adalah salah satu dari kisah terpopuler mengenai istilah qurban.

Dalil Qurban dalam Al-Qur’an :

Allah telah mensyariatkan qurban sebagaimana firman-Nya:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ * فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ * إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Sesungguhnya, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sungguh, orang-orang yang membencimu adalah orang-orang yang terputus. (QS. Al-Kautsar : 1-3)

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ

Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya)… (QS. Al-Hajj : 36)

Berqurban di hari Idul Adha adalah sunnah muakkad bagi yang mampu melakukannya. Berdasarkan riwayat Bukhari dan Muslim "Nabi SAW pernah mengurbankan dua kambing qibasy yang berwarna putih kehitam-hitaman dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih qurban tersebut dan membacakan nama Allah serta bertakbir pada saat memotongnya"

Demikian sekilas ulasan Ibadah Qurban dalam Fiqih, mohon maaf bila ada tulisan yang salah, Insya Allah akan kami lanjutkan lagi ulasan terkait dengan Ibadah Qurban.
Read more..

October 1, 2013

Renungan Islam Jangan Jadi Orang Yang Merugi

Berdoa-Renungan-Laurencius
Renungan Islam Jangan Jadi Orang Yang Merugi. Kebaikan bukanlah memiliki harta berlimpah ataupun banyak anak. Akan tetapi, kebaikan adalah jika amalmu banyak, ilmumu luas dan engkau janganlah menyombongkan diri kepada orang lain dengan ibadahmu kepada Allah swt.

Jika berbuat baik segeralah engkau bersyukur kepada Allah swt dan apabila berbuat yang tidak baik bersegeralah memohon ampun kepada Nya.

Di dunia ini tidak ada kebaikan, kecuali bagi orang berikut :
  1. Seorang yang banyak berbuat dosa kemudian bertobat dan bersegera memperbaiki semua kesalahannya. 
  2. Seorang yang senantiasa meng-segerakan berbuat amal kebajikan
Sesungguhnya kalian akan mati dan setelah itu dibangkitkan. Kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas semua amal kalian, serta mendapatkan balasan yang setimpal.

Karena itu jangan tertipu kehidupan dunia. Kehidupan dunia ini penuh dengan ujian, bersifat sementara dan sarat dengan tipu daya. Semua yang berada di dalamnya akan musnah. Para penghuninya pun saling berebut untuk memperolehnya.

Ketahuilah, kalian beserta segala perhiasan kehidupan dunia akan mengalami hal yang sama dengan mereka yang terdahulu, orang-orang yang lebih panjang umurnya dan lebih megah rumahnya.

Sekarang jasad mereka telah menjadi tulang belulang, rumah mereka kosong. Mereka berada di kubur yang letaknya dekat dan penghuninya terasingkan. Mereka digerogoti oleh cacing, tertimbun oleh bebatuan dan pasir.

Bayangkan kalian kelak akan menjadi seperti mereka, tubuh kalian hancur dan sendiri di kubur. Apa yang akan terjadi dengan kalian jika kiamat tiba, semua yang dikubur dibangkitkan dan segala rahasia yang tersembunyi dalam dada dibongkar, pada saat itulah setiap jiwa akan memperoleh balasan sesuai dengan perbuatannya selama hidup di dunia.

Hapalkanlah lima perkara dibawah ini :
  1. Seorang hendaknya tidak berharap kecuali kepada Allah swt
  2. Seorang hendaknya hanya takut akan dosa-dosanya.
  3. Seorang yang bodoh hendaknya tidak merasa malu untuk bertanya dan terus belajar.
  4. Seorang yang berilmu ketika ditanya tentang sebuah persoalan dan tidak mengetahui jawabannya, hendaknya tidak malu untuk mengatakan, "Hanya Allah swt yang Maha Mengetahui
  5. Bagi Iman, sabar ibarat kepala sebuah tubuh, sehingga tidak (sempurna) iman seseorang yang tidak memiliki kesabaran.

Semoga renungan yang diatas dapat menambah kekuatan Iman kita semua, dan jangan lah kita menjadi orang-orang yang merugi.
Read more..

September 21, 2013

Renungan Islam Tuntunan Hidup

Islamic-Renungan-Laurencius
Renungan Islam Tuntunan Hidup. Sebagai manusia kita tidak pernah luput dari kesalahan. Kami mencoba mengumpulkan beberapa kalimat renungan yang semoga bermanfaat buat kita semua. Aamiin.

"Kebutuhan orang-orang kepada kalian adalah merupakan nikmat-nikmat Allah swt untuk kalian; maka janganlah bosan terhadap nikmat-nikmat Allah swt itu sehingga ia akan pergi menjauhkan diri."

"Sabar adalah mahkota, kesetiaan adalah harga diri, memberi adalah kenikmatan, banyak bicara adalah membual (omong kosong), tergesa-gesa adalah kebodohan, kebodohan adalah aib, berlebih-lebihan (dalam berkata) adalah kebohongan, berteman dengan orang yang ahli berbuat hina adalah kejahatan dan berteman dengan ahli kefasikan adalah pusat prasangka buruk."


"Bilamana dunia dianggap sebagai sesuatu yang sangat berharga, maka sesungguhnya pahala Allah swt adalah lebih berharga dan lebih mulia, Bilamana tubuh ini dirawat hanya untuk menyambut kematian, maka terbunuhnya seseorang dengan pedang di jalan Allah swt lebih utama."

"Bilamana rizki adalah bagian yang sudah ditentukan, maka sedikitnya keserakahan seseorang dalam berusaha adalah lebih baik. Bilamana harta benda dihimpun hanya untuk ditinggalkan, maka apakah gunanya seseorang pelit terhadap sesuatu yang pasti ia tinggalkan."

"Bilamana dirimu digigit oleh kekejaman masa, maka janganlah kamu mengadu kepada manusia. Dan janganlah kamu meminta selain kepada Allah Tuhan yang Maha penolong, yang Maha Tahu dan yang Maha Benar.


Seandainya kamu hidup dan kamu telah berkeliling dari belahan barat sampai kebelahan timur, maka tentu kamu tidak menemukan seorangpun yang mampu membuat orang lain bahagia atau sengsara."Nasehat Imam Husein bin Ali Bin Abi Thalib R.A
Read more..